Habis TK, Jelang SD

Tak terasa tiga tahun sudah Kak Lily bersekolah di Pra TK – TK Bani Saleh 1, Harapan Jaya, Bekasi Utara. Pesta perpisahannya sudah dilakukan di Taman Buah Mekarsari, dan Rabu, 28 Juni 2006, Kak Lily akan terima raport, setelah itu pada tanggal 17 Juli, Kak Lily akan belajar di SD Bani Saleh IV, masih di lokasi yang berdekatan.

Sudah banyak kepandaian yang diterima Kak Lily selama belajar di TK. Dari mulai mewarnai, menggambar meski gak bagus-bagus sekali tetapi seperti kata Kak Lily : aku dapat nilai selalu tersenyum :) belajar menyanyi, menari, terutama belajar doa-doa, iqro dan pelajaran agama Islam lainnya, yang Ayah dan Ibu syukuri karena jujur sebagai orang tua waktunya gak cukup buat ngajarin Kak Lily.

Dan sejak bersekolah di TK, Kak Lily sudah lebih berani bersosialisasi. Sudah berani juga menginap sendiri dirumah Ompung Doli/Ompung Guru. Sudah bisa makan sendiri, meski masih harus diingetin untuk makan :)

Buku dan peralatan sekolah Kak Lily di loker sudah dibawa pulang. Termasuk sikat gigi, tempat minum dan tempat makan, dan foto diri Kak Lily yang biasanya ditempel di loker.

Semoga di SD nanti Kak Lily bisa belajar lebih baik lagi dan bisa menjadi kebanggaan orang tuanya. Dan bisa meraih cita-cita menjadi pramugari seperti yang selalu Kak Lily bilang :)


Habis TK, Jelang SD

Tak terasa tiga tahun sudah Kak Lily bersekolah di Pra TK – TK Bani Saleh 1, Harapan Jaya, Bekasi Utara. Pesta perpisahannya sudah dilakukan di Taman Buah Mekarsari, dan Rabu, 28 Juni 2006, Kak Lily akan terima raport, setelah itu pada tanggal 17 Juli, Kak Lily akan belajar di SD Bani Saleh IV, masih di lokasi yang berdekatan.

Sudah banyak kepandaian yang diterima Kak Lily selama belajar di TK. Dari mulai mewarnai, menggambar meski gak bagus-bagus sekali tetapi seperti kata Kak Lily : aku dapat nilai selalu tersenyum :) belajar menyanyi, menari, terutama belajar doa-doa, iqro dan pelajaran agama Islam lainnya, yang Ayah dan Ibu syukuri karena jujur sebagai orang tua waktunya gak cukup buat ngajarin Kak Lily.

Dan sejak bersekolah di TK, Kak Lily sudah lebih berani bersosialisasi. Sudah berani juga menginap sendiri dirumah Ompung Doli/Ompung Guru. Sudah bisa makan sendiri, meski masih harus diingetin untuk makan :)

Buku dan peralatan sekolah Kak Lily di loker sudah dibawa pulang. Termasuk sikat gigi, tempat minum dan tempat makan, dan foto diri Kak Lily yang biasanya ditempel di loker.

Semoga di SD nanti Kak Lily bisa belajar lebih baik lagi dan bisa menjadi kebanggaan orang tuanya. Dan bisa meraih cita-cita menjadi pramugari seperti yang selalu Kak Lily bilang :)


Super’Lily’ – man Return

Selain demam Piala Dunia, di bulan Juni ini ada juga demam yang lain, yaitu demam “superman return”. Yup superhero itu akan kembali menghentak dunia setelah lama menghilang.

Film Superman Returns rencananya akan diputar pada tanggal 28 Juni, dengan pemeran baru superman, si ganteng Brandon Routh, yang wajahnya sedikit mirip dengan si pemeran superman legendaris, Christopher Reeves.

Seperti yang pernah ibu ceritakan disini, sebagai fangirl dan fanboy, Kak Lily dan Ayah sudah heboh pengen nonton Superman Returns. Buat Kak Lily, ini merupakan yang keempat kalinya nonton bioskop dan pertama kalinya nonton Superman. Bagi ayah ini juga merupakan “return”, Ayah mengulang sejarah pertama kali diajak Mbah Kung nonton film Superman, seusia Kak Lily.
Ayah dan Kak Lily memang suka Superman. Seperti cerita Mbah Kung almarhum dan Mbah Iti, Ayah dari kecil sudah suka Superman dan seperti Kak Lily juga suka koleksi benda-benda yang berhubung sama Superman, tapi umumnya sih komik, figure, poster dan vcd. Saking cintanya, Ayah tuh nempelin figure, lambang S dan stickers Superman di pintu rumah, motor, mobil, malah dinding kamar Kak Lily ada lukisan Superman yang dilukis Ayah sendiri.

Koleksi itu bertambah karena Sabtu, 24 Juni kemarin, Kak Lily, Ara, dan Ayah ke Citraland lihat pameran Superman Returns. Disana Lily dan Ara foto-foto sama poster Superman dan belanja produk-produk yang ada figure Supermannya. Pameran itu akan berlangsung sampai tanggal 16 Juli. Jadi fanboy and fangirl siap-siap dengan kedatangan si superhero. Superman returns! Photobucket - Video and Image Hosting


Super’Lily’ – man Return

Selain demam Piala Dunia, di bulan Juni ini ada juga demam yang lain, yaitu demam “superman return”. Yup superhero itu akan kembali menghentak dunia setelah lama menghilang.

Film Superman Returns rencananya akan diputar pada tanggal 28 Juni, dengan pemeran baru superman, si ganteng Brandon Routh, yang wajahnya sedikit mirip dengan si pemeran superman legendaris, Christopher Reeves.

Seperti yang pernah ibu ceritakan disini, sebagai fangirl dan fanboy, Kak Lily dan Ayah sudah heboh pengen nonton Superman Returns. Buat Kak Lily, ini merupakan yang keempat kalinya nonton bioskop dan pertama kalinya nonton Superman. Bagi ayah ini juga merupakan “return”, Ayah mengulang sejarah pertama kali diajak Mbah Kung nonton film Superman, seusia Kak Lily.
Ayah dan Kak Lily memang suka Superman. Seperti cerita Mbah Kung almarhum dan Mbah Iti, Ayah dari kecil sudah suka Superman dan seperti Kak Lily juga suka koleksi benda-benda yang berhubung sama Superman, tapi umumnya sih komik, figure, poster dan vcd. Saking cintanya, Ayah tuh nempelin figure, lambang S dan stickers Superman di pintu rumah, motor, mobil, malah dinding kamar Kak Lily ada lukisan Superman yang dilukis Ayah sendiri.

Koleksi itu bertambah karena Sabtu, 24 Juni kemarin, Kak Lily, Ara, dan Ayah ke Citraland lihat pameran Superman Returns. Disana Lily dan Ara foto-foto sama poster Superman dan belanja produk-produk yang ada figure Supermannya. Pameran itu akan berlangsung sampai tanggal 16 Juli. Jadi fanboy and fangirl siap-siap dengan kedatangan si superhero. Superman returns! Photobucket - Video and Image Hosting

Kepandaian Si Copycat


Di usia 19 bulan ini, de Kayla sudah bertambah kepintarannya…Alhamdulillah. Meski Ibu sempat khawatir de Kayla belum lancar bicaranya, masih terpatah-patah dan belum jelas, tapi rasa khawatir itu dibuang jauh-jauh karena setiap anak perkembangannya berbeda-beda. Tata bahasa de’ Kayla memang belum jelas dan lengkap, sehingga kalau berbicara pasti butuh pemahaman tinggi…he…he

Misalnya aja nih, kata kakak, Kayla bilang tata. Anak tetangga namanya Neta, dipanggilnya Ta, Ibu dipanggilnya mbuh… sementara diajarin bilang bunda dia malah manggil nda, sama donk ama nama Ibunya…he….he…

Beda memang dengan Lily, yang diusia 12 bulan ngomongnya sudah lancar tanpa cadel. Jadi Ayah sama Ibunya sudah ngerti apa yang dimau Kak Lily. Tapi kan gak boleh membanding-bandingkan anak, karena itu Ibu dan Ayah gak pernah mau maksa de Kayla supaya bisa cepat lancar ngomong dengan membawanya ke terapi atau dokter. Pokoknya sabar menanti sampai waktunya nanti mau sekolah.

Disisi lain, meski de’ Kayla belum lancar bicaranya, Kayla itu peniru ulung. Apa-apa yang dilakuin sama kakaknya pasti dia ikutan. Misalnya kakaknya belajar mewarnai, Kayla juga pasti ambil buku trus dicoret-coret deh. Atau kalau semua lagi pada baca, nanti Kayla juga ikutan baca koran, sambil mulutnya komat kamit seperti orang baca. Kalau kak Lily lagi nonton lagu anak-anak di DVD, trus ntar joget-joget, Kayla juga ikutan joget.

Photobucket - Video and Image HostingPhotobucket - Video and Image Hosting

Yang sempet bikin ngeri dan khawatir, waktu kak Lily jumpalitan dengan kepala diletakin di kasur trus berbalik, eh Kayla ikutan juga, dan badannya nyaris dipinggir tempat tidur. Untung Ibu lagi dipinggir, kalau ngak entah apa yang terjadi. Yang jelas, Ibu langsung kena semprot Ayah.

Sekarang ini, Alhamdulillah setelah sering diajarin, kalau ditanya mana tangan, Kayla sudah mengangkat tangannya, ditanya kaki mana, kakinya diangkat, sudah tau gigi, mata, hidung, yang belum cuma kuping yang suka ditunjuk hidung. Yang geli, kalau ditanya : rambut kriwil mana de ? trus nanti sambil pegang rambutnya, kepalanya digoyang-goyang kayak orang triping…he…he… Kalau ditanya perut mana, langsung bajunya dan kaosnya ditarik keatas, trus perutnya digoyang-goyang kayak penari perut.

Yah itulah kepandaian Kayla sekarang, dan mudah-mudahan semakin bertambah seiring bertambahnya usia. Dan semoga Kayla sehat selalu.

Perpisahan di Mekarsari

Photobucket - Video and Image HostingSabtu, 17 Juni lalu, sekolah Kak Lily, TK Bani Saleh I, mengadakan acara perpisahan di Taman Wisata Mekarsari. Ibu, de’ Kayla dan Mbak Iyah, ikut acara tersebut, dengan maksud untuk berjalan-jalan karena belum pernah kesana sama sekali. Ayah gak ikut karena ada kerjaan kantor.

Dari sekolah sudah menyediakan tiga bis dan berkumpul di kompleks Pabrik Brigestone pukul 07.00. Kita berempat naik bis nomor 2, yang isinya seluruh siswa TK B2 dan ibu-ibunya. Dari Brigestone, Bekasi Utara, kita berangkat sekitar pukul 8.

Mungkin baru merasakan naik bis pertama kali trus ramai, de’ Kayla kelihatan seneng banget. Kadang mau berdiri deket jendela, bahkan pengen jalan-jalan di bis. Pokoknya Kayla heboh gak kalah sama kakaknya. Kak Lily sendiri sih, sibuk dengan teman-temannya. Suka pindah-pindah duduk, sampai sempet Ibu omelin.

Bus yang membawa kita ke Mekarsari ternyata lewat jalur Narogong, Bantar Gebang dan Jonggol. Jalanan itu ternyata macetnya minta ampun, bikin perut jadi gak enak. Mbak Iyah yang suka mabok kalau naik bus, akhirnya bener-bener terkapar. Perutnya gak bisa diajak kompromi dan akhirnya muntah-muntah. Untung ibu-ibu yang lain gak tau, coba kalau gak udah diledekin deh si mbak. Untung juga Ibu sudah nyediain kantong plastik hitam, kalau gak bingung deh.

Setelah berhasil melewati macet, akhirnya sampai di Mekarsari sekitar pukul 10 lewat. Anak-anak kayaknya udah kecapean di jalan, jadi waktu turun banyak yang males-malesan. Seperti biasa, kalau udah sampai di lokasi wisata, toilet pasti diserbu sama pengunjung. Mana toilet diluar cuma ada satu (laki dan perempuan), yang satu tempat cuma ada dua WC. Akhirnya biasa deh ngantri :)

Kedalam lokasi Mekarsari, kita naik kereta keliling. Satu bus terdiri dari dua gerbong, yang selain ada supir ada tour guidenya juga. Kita dapat gerbong kedua, jadinya gak bisa dengarin apa yang dijelasin sama tour guidenya. Dalam perjalanan menuju lokasi tempat perpisahan, Kak Lily sibuk lihat kiri dan kanan, yang sayangnya buah-buahnya belum ada, mungkin belum panen. “Kok buah-buahnya cuma sedikit sih Bu. Kok yang ada daun aja. Kita gak bisa petik dong, kan katanya mau metik buah,” cecar Kak Lily.

Jadi kepikiran juga, kan Mekarsari katanya tempat pelestarian buah-buahan, tapi kenapa tempatnya gak sesuai bayangan yah ? Beberapa areal yang dilewati bus yang membawa kami, cuma buah pepaya dan melon saja yang terlihat. Buah jeruk, nanas, dan lain-lainya gak kelihatan. Trus kembang teratainya gak bagus. Tempat untuk outbondnya juga gak tau disebelah mana.

Luas memang tempatnya. Mungkin karena luas itu, jadi perlu waktu khusus untuk menikmatinya. Dan kalau rombongan seperti acara sekolah kak Lily itu, gak cocok deh berwisata petik buah kesana. Harus ada acara khusus wisata petik buah, jadi mungkin kita benar-benar bisa menikmatinya.

Sampai di lokasi perpisahan, yang deket salah salah wahana danau, fasilitas di danaunya gak ada. Mungkin kali ada di danau yang lain. Ternyata gak hanya sekolah Kak Lily aja yang bikin acara disitu, ada 3 sekolah lain yang adain acara.

Acara perpisahan sendiri diisi acara kata sambutan, penyerahan penghargaan, nyanyi bersama anak-anak kelas B (mungkin karena kebanyakan acara, anak-anak waktu nyanyi banyak yang gak terlalu semangat, termasuk Lily yang sudah kegerahan), perlombaan dan acara santai.
Yang gak ada capenya sih de’ Kayla. Dia sibuk lari sana sini di hamparan rumput. Trus ikutan main sama anak-anak TK. Gak ada rewelnya sama sekali dan sempat tidur siang selama dua jam…he…he..

Bosan acaranya begitu-begitu aja, Lily pun ngajak jalan-jalan keliling taman buah. Tapi karena kita ikut sama bus, akhirnya cuma bisa lihat air mancur dan bunga bangkai. Lily sempat ngambek pengen minta metik buah, tapi waktu lihat ada permainan monorail, kereta api, aeroplane, kuda-kudaan, dia senang lagi. Sayang de’ Kayla cuma bisa naik monorail aja, itu juga ditemanin Mbak Iyah, karena permainan lainnya tingkat kehati-hatiannya gak mendukung. Anak umur 1 tahun keatas gak bisa dibiarin sendiri naik, dan orang dewasa gak bisa nemenin karena tempatnya gak besar. Photobucket - Video and Image Hosting

Akhirnya, pukul setengah empat kita balik lagi ke Bekasi. Mbak Iyah masih tetep teler. Kita gak sempet beli oleh-oleh, karena ditempat jual buah dan souvenir orang banyak yang ngantri beli. Kesan acara perpisahan kali ini gak seindah tahun lalu di Taman Safari. Kalau tahun lalu, acaranya benar-benar berkesan dan anak-anak sangat menikmati. Yang jelas sih, saat ini kalau disuruh ke Mekarsari lagi, Ibu mungkin belum mau, soalnya tak seindah apa yang dibayangkan….hiks

Lily juga gak banyak komentar, soalnya waktu ditanya Ayah pas jemput kita di Bridgestone, cuma bilang : “Buahnya dikit, aku gak bisa metik. Tapi disana aku lihat ada orang lagi balapan motor.” Memang saat itu lagi ada Mekarsari Ksatria Road Race 2006.

Setelah 4, 5 Loncat, Kini 6

Setelah membahas serba 4, kali ini dapat serba 6 dari Amee. Kata Amee, estafetnya kali ini meminta 6 kenangan yang baik maupun kenangan buruk. Perasaan makin lama makin susah nih pertanyaannya..he…he…Tapi karena sudah menjadi amanah, maka dengan ini akan dilaksanakan :)

Versi Ibu, 6 kenangan yang terindah selama ini adalah :

  1. Kasih uang Rp 100 ribu buat Ompung Guru (Mama) dari uang gaji pertama dari pekerjaan serius yang pertama. Waktu terima uang itu, Ompung Guru sambil cium Ibu bilang : Semoga Ibu selalu dilimpahi rejeki yang halal. Amiin. Wah saat itu perasaan Ibu benar-benar mengharu biru (taela…he…he..) dan menjadi kenangan yang tak terlupakan sampai sekarang kalau terima gaji.
  2. Saat menikah dengan Ayah pada tahun 1999. Ini jadi kenangan terindah, karena saat itu semua saudara Ibu dari pihak Ompung Guru yang dari Medan (termasuk Ompungnya Ibu) datang keacara pernikahan Ayah dan Ibu, dan ada acara gondang Batak segala lho :)
  3. Kelahiran Taruli Azzah Puspitasari (Lily), pada tanggal 17 Juli 2000, menjadi kenangan terindah karena selain mendapatkan anak, Ibu jadi merasakan perjuangan Ompung Guru melahirkan Ibu dan proses itu makin mendekatkan Ibu dan Ompung Guru, dan mengerti bagaimana rasanya kalau kita berbuat salah kepada orang tua kita terutama Mama.
  4. Kelahiran Tiurma Kayla Puspitarani (Kayla), pada tanggal 18 Desember 2004, menambah daftar panjang kenangan terindah. Perjuangannya berbeda dengan Kak Lily yang lahir normal karena melahirkan de’ Kayla melalui operasi caesar, yang sakitnya baru dirasakan setelah melahirkan. Namun proses menuju melahirkan itu menjadi kenangan yang terlupakan.
  5. Tahun 2001, untuk pertama kalinya Ibu dan Ayah bisa membeli kendaraan sendiri yaitu motor RX King. Biarin deh dibilang norak, tapi memang saat itu perasaan Ibu sangat senang karena uangnya milik sendiri dan motornya benar-benar baru, setelah sebelumnya punya motor bekas (itu juga uangnya dapat pinjem dari Ompung Guru) dan kemana-mana selalu pakai mobil Ompung Doli.
  6. Saat pertama Lily dan Kayla bisa berjalan, berbicara dan kepintaran lainnya, selalu menjadi kenangan yang terindah buat Ibu.

Kalau kenangan yang tidak terlalu menggembirakan atau bisa dikatakan menyedihkan, cukup banyak juga dan setelah diurut-urut kira-kira seperti ini :

  1. Pada tahun 1995, untuk pertama kalinya Ibu mengalami peristiwa masuk rumah sakit untuk jangka waktu yang lama. Ibu harus dioperasi usus buntu. Saat masuk rumah sakit, kata Ompung Doli dan Ompung Guru, Ibu sudah dalam keadaan gak sadar, karena selama ngerasain sakit, Ibu gak pernah mau bilang. Dokternya aja waktu tahu sampai bilang sama Ompung Doli, kok sampai lengket begini sih, mau anaknya mati yah…hiks…hiks… kasihan Ompung Doli.
  2. Saat Ompung Guru diberhentikan dari jabatan Kepala Sekolah salah satu SMU di wilayah Daan Mogot, Jakarta Barat.
  3. Saat Ompung Doli masuk Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, karena serangan jantung mendadak.
  4. Saat mendapat kabar bahwa Mbah Kung (Bapaknya Ayah), menderita kanker prostat, dan kemudian setelah menjalani pengobatan selama 2 tahun, tepat pada tanggal 20 Desember 2005, Mbah Kung akhirnya menghadap Sang Khalik. Ibu merasa sedih sekali, karena rasanya belum lama menjadi anak Mbah Kung dan belum bisa memberikan apa-apa buat Mbah Kung.
  5. Untuk pertama kalinya, Ibu mengetahui adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yang dialami sendiri oleh salah satu anggota keluarga. Perasaan menjadi campur aduk, karena selama ini hanya mendengar dan membaca saja lewat media-media. Yang Ibu bisa lakukan hanya memberi semangat dan berdoa semoga selalu dilindungi Allah SWT.
  6. Ketika keadaan di kantor sudah tak seindah dulu. Kebersamaan itu telah hilang, entah kemana……

Cukup banyak juga yah :) dan untuk selanjutnya pembahasan ini, akan Ibu berikan kepada teman-teman Ibu tercintah yang cukup banyak, antara lain : Bundanya Cun dan Dun, Mamanya Farrel di Qatar, Bunda Raihan, Tante Dahlia, Tante Hanie, dan Bundanya Raushan. Tenang aja, prnya gak susah kok..he…he….


Kayak Pacaran Aja…..

Sudah beberapa hari ini Kak Lily sibuk berlatih menyanyi lagu “Himne Guru”, buat acara perpisahan TK Bani Saleh I di Taman Buah Mekarsari, Bogor, Sabtu tanggal 17 Juli 2006. De’ Kayla juga ikutan bernyanyi meski dengan kata-kata yang belum jelas, seperti ini :

Lily : Semua baktimu akan kuukir didalam hatiku….
Kayla : ku…ku…ku…(dengan mulut agak dimonyongkan)
Lily : Engkau bagai pelita dalam kegelapan….
Kayla : la….la….la….wuh…..wuh…wuh (kalau ini asli gak tau motong dari kata yang mana)

Kayla memang lagi seneng ngikutin semua gerakan kakaknya. Kakaknya nyanyi dia nyanyi. Kakaknya mewarnai, dia ikut juga mewarnai. Karena itu kita julukin Kayla, The Copycat..he…he…

Sambil melihat anak-anaknya sedang beraksi, Ibu minta dibikinin mie kuah sama Ayah. Waktu mienya sudah selesai, Ibu bilang sama Ayah : “Terima kasih yah sayangku…..”

Tiba-tiba Lily nyeplos ngomong : “Ih kayak pacaran aja, ngomong sayangku…”

Mendengar itu, Ayah dan Ibu tertawa. Kata Ayah, kayak tau aja orang pacaran. “Kalau masih kecil belum boleh pacaran. Nanti kalau udah kerja.”

“Kalau udah selesai kuliah yah,” kata Lily sambil ngitungin jari tangannya. (Ini asli gak ngerti maksudnya apa, mungkin berpikir kira-kira berapa tahun lagi)

Lily memang jarang melihat kemesraan Ayah dan Ibunya. Meski itu hanya sekedar ucapan sayang, cium pipi, pelukan, wah gak banget deh buat Ayah dan Ibu. Yang lebih sering sih, anak-anak yang dicium dan dipeluk. Entah kenapa, Ayah dan Ibu memang satu pikiran, cinta tak perlu diungkapkan dengan kata-kata….halah :) (Gak banget deh, kata anak gaul…he…he…)


Kayak Pacaran Aja…..

Sudah beberapa hari ini Kak Lily sibuk berlatih menyanyi lagu “Himne Guru”, buat acara perpisahan TK Bani Saleh I di Taman Buah Mekarsari, Bogor, Sabtu tanggal 17 Juli 2006. De’ Kayla juga ikutan bernyanyi meski dengan kata-kata yang belum jelas, seperti ini :

Lily : Semua baktimu akan kuukir didalam hatiku….
Kayla : ku…ku…ku…(dengan mulut agak dimonyongkan)
Lily : Engkau bagai pelita dalam kegelapan….
Kayla : la….la….la….wuh…..wuh…wuh (kalau ini asli gak tau motong dari kata yang mana)

Kayla memang lagi seneng ngikutin semua gerakan kakaknya. Kakaknya nyanyi dia nyanyi. Kakaknya mewarnai, dia ikut juga mewarnai. Karena itu kita julukin Kayla, The Copycat..he…he…

Sambil melihat anak-anaknya sedang beraksi, Ibu minta dibikinin mie kuah sama Ayah. Waktu mienya sudah selesai, Ibu bilang sama Ayah : “Terima kasih yah sayangku…..”

Tiba-tiba Lily nyeplos ngomong : “Ih kayak pacaran aja, ngomong sayangku…”

Mendengar itu, Ayah dan Ibu tertawa. Kata Ayah, kayak tau aja orang pacaran. “Kalau masih kecil belum boleh pacaran. Nanti kalau udah kerja.”

“Kalau udah selesai kuliah yah,” kata Lily sambil ngitungin jari tangannya. (Ini asli gak ngerti maksudnya apa, mungkin berpikir kira-kira berapa tahun lagi)

Lily memang jarang melihat kemesraan Ayah dan Ibunya. Meski itu hanya sekedar ucapan sayang, cium pipi, pelukan, wah gak banget deh buat Ayah dan Ibu. Yang lebih sering sih, anak-anak yang dicium dan dipeluk. Entah kenapa, Ayah dan Ibu memang satu pikiran, cinta tak perlu diungkapkan dengan kata-kata….halah :) (Gak banget deh, kata anak gaul…he…he…)

Bola dan Semir

Demam Piala Dunia bukan hanya milik orang dewasa. Ngomongin Piala Dunia juga bukan hanya untuk bapak-bapak, ibu-ibu, om-om, tante-tante, abang dan kakak. Piala Dunia juga milik anak balita atau yang berumur dibawah 10 tahun.

Seperti ini :

Lily : Bun, beliin kaos Piala Dunia dong ?

Ibu : Kaos Piala Dunia ? Kaos Bola ?

Lily : Iya.

Ibu : Emang kak Lily tau Piala Dunia ?

Lily : Taulah. Main sepak bola itu.

Ibu : Oh… Emang Piala Dunianya dimana ?

Lily : Ditipilah.

Ibu : ???

Kalau Lily sibuk dengan Piala Dunia, Kayla sekarang ini lagi sibuk dengan usaha semirnya. Sejak lihat ayah nyemir sepatu, Kayla pun tertarik dan mulai rajin nyemir sepatu-sepatu. Gak hanya yang warna hitam sama coklat tapi juga sepatu warna pink dan biru, sendal. Pokoknya semua deh disemir gak kecuali kursi juga ikut disemir. Sayang fotonya yang keupload cuma satu, yang lain gak tau dimana disimpannya. Oh yah Kak Lily juga lagi sibuk nyiapin diri buat Perpisahan TK Bani Saleh I di Taman Buah Mekarsari.

Photobucket - Video and Image Hosting

« Older entries