Mahkota dan Bando

hari minggu yang lalu aku ke pasar perumpung.

Aku beli mp3 sama mydiary, yang gambarnya barbie.

Aku juga dibeliin sayap kupu kupu yang sayapnya warna unggu.

Ada juga mahkotanya kamu tau engga mahkotanya warna unggu

terus bandonya warna unggu juga yang buat tering tering itu kan warna unggu.

Dedek Kaila mahkotanya warna ping aku bandonya punya 2.

Puasa Ala Kak Lily

Ramadhan kali ini, Kak Lily sudah berusaha untuk puasa seharian penuh, yaitu mulai sahur sampai tiba waktu maghrib. Sebenarnya sudah sejak 2 tahun yang lalu (sejak di TK A), kak Lily mengenal puasa. Tapi waktu itu, masih ikut pula sejak sahur sampai pukul 10 pagi, pelan-pelan belajar puasa setengah harian (buka sekitar pukul 12) trus puasa lagi sampai maghrib.

Jadi Ramadhan kali ini, kak Lily mulai benar-benar puasa penuh. Hari pertama kemarin (Minggu, 24 September), Lily semangat bersahur. Tapi makan tetep sedikit, meski sudah disuapin. Sudah disuruh minum susu, eh malah minum air putih, itu juga sedikit. Setelah sholat subuh di masjid, bukannya tidur lagi, kak Lily malah ngajak Ayah main bulu tangkis. Yang ada pada pukul 9, kak Lily haus minta minum. Sempet mangkel, karena belum setengah hari. Trus Ibu bilang : “terserah kakak aja. Kalau buka sekarang, trus nanti di Buku Laporan Ramadhan dari sekolah, mau ditulis apa”?

Kak Lily diam. Duduk rebahan di kursi sambil nonton TV. Gak lama, Ibu lihat kak Lily sudah tidur. Siangnya sekitar pukul 11, kak Lily ngajak pergi ke Pasar Prumpung, Cipinang. Ayah dan Ibu setuju, dengan alasan untuk mengalihkan pikiran kak Lily, supaya gak kehausan dan kelaparan. Sampai disana, belum ada setengah jam, kak Lily sudah minta pulang, karena cape dan kehausan.

Dirumah, kak Lily sempet minta minum. Ayah bilang yah sudah, buka aja. Disuruh buka, eh kak Lily malah gak mau. Yah sudah akhirnya, Ayah dan Ibu diamin aja. Wajahnya kak Lily sih udah kelihatan berantakan deh. Dia bener-bener lemes. Kerjaannya rebahan aja. Trus tidur deh. Disuruh main sama adiknya gak mau.

Puasanya bener-bener perjuangan. Waktu mau sholat dhuhur, Ibu lihat kak Lily masukin kepalanya kedalam kulkas.
“Ngapain kak ?, tanya Ibu sama kak Lily. “Kalau gak tahan yah sudah buka aja”.
“Aku mau dingin kepalaku,” kata kak Lily.
“Minum aja sedikit, nanti puasa lagi.”
Kak Lily gak respon. Ibu sempet geli ngelihat kelakuan kak Lily.

Ibu bilang sama Ayah, kak Lily disuruh buka aja, kasihan mungkin udah gak tahan. Kata Ayah, biar terserah dia aja, kalau gak sekarang diajarin kapan lagi. Ntar tahun depan, kalau dia seperti itu, kita bakalan gak tega terus.

Agak sorean, waktu mau masak, Ibu sama Mbak Iyah, senyum-senyum lihat kelakuan kak Lily. Kali ini, kak Lily tidur dengan badan di pintu kulkas. Kali ini, kak Lily mau dinginin badannya. Kali lain, kak Lily tidur dengan kipas yang gak jauh dari kepalanya. Yang paling diantara yang paling, waktu mandi sore, Ibu sempet cari-cari kak Lily ada dimana. Dicari dirumah tetangga sebelah katanya gak ada. Dicari di kamar gak ada juga. Di dapur juga gak ada. Eh ndilalah, pas buka kamar mandi, kak Lily sedang rebahan di lantai kamar mandi, dengan air mengucur menyiram badannya. Yah ampun, antara kasihan dan geli, Ibu diamin aja aksi kak Lily.

Ayah yang Ibu kasih tau, sempet ketawa. Trus bilang kak Lily, sebenarnya waktunya tinggal sedikit, tapi kalau benar-benar gak tahan, buka aja. Kak Lily gak mau, dan tetap bertahan sampai waktunya berbuka.

Seperti yang lainnya, waktu buka puasa, kak Lily kalap melihat makanan. Semuanya pengen dimakan. Yakult, kurma, susu kotak, kue bolu, dipegang semua ditangannya. Tapi tetep aja yang dimakan nasi dan minum teh manis hangat….he….he….

Tadi pagi sih, waktu sahur, kak Lily sudah mau diarahin. Disuruh mium susu mau. Makan banyak mau, dan sudah lebih seger siap untuk puasa sehari penuh. Itu katanya. Belum tahu nanti kalau Ibu telepon. Semoga aja puasa hari kedua ini lebih kuat.

Sakit

Sudah dua hari ini, tepatnya sejak hari Selasa (20/9) malam, badan kak Lily agak panas. Mungkin kecapean, karena nginep dirumah Ompung trus hari Seninnya ada ujian tengah semester (mid semester). Untung tesnya hari Kamis ini sudah kelar dan Jumat besok, kak Lily akan libur selama 5 hari menyambut bulan Ramadhan.

Di diarynya kak Lily tulis begini : Hari ini aku sakit panas sakitnya malem. Jadi malem-malem jam 8 aku sudah istirahat dan kepalaku pusing. Jadi aku istirahat dulu yah.

Karena kak Lily tipe yang susah minum obat, jadi sama Ibu dikasih makan yang hangat-hangat dan banyak minum air putih.

Dibeliin Sepatu

Mbok’e masih males nulis, jadi anaknya diberdayakan…..he….he…
silah dinikmati yah.

*********

Hari sabtu aku nginep dirumah ompung lagi.
Aku pergi sama ina, ama dan dede kayla. Ina paksa-paksa aku kerumah ompung naik buswey, tapi aku enggak mau. ina marah-marah, tapinya ama juga enggak mau jadinya gak naik buswey.

Sebelum kerumah ompung, aku ke citralen dulu. aku mau dibeliin sepatu buat sekolah, karena aku malu sepatuku warnanya hitam terus. di citralen, aku dan dede kayla main kuda-kudaan, naik kereta api, perahu-perahuan, sama main motor-motoran. dede kayla ketakutan waktu naik kuda-kudaan, karena kenceng.

Aku dibeliin sepatu di matahari. sepatunya warna biru, kata ama biar sama dengan warna seragamku yang biru. waktu mau beli baju buat ama dan dede kayla, ompung doli telepun ina, disuruh cepat dateng kerumah ompung.

Dirumah ompung udah ada ara dan amel dan tante ida. aku main sama ara amel dan dede kayla. aku tidur dibawah, enggak mau diatas. tapi ina paksa aku tidur diatas katanya dibawah banyak nyamuk. tapi aku gak mau. aku maunya dibawah sama kak ririn dan mama cantik.

besoknya aku makan bubur ayam sama ama, ompung doli, ara dan kak ririn dideket tukang koran. ina dan dede kayla enggak ikut karena masih tidur. aku, ina, ama dan dede kayla pulang ke bekasi jam sepuluh karena ompung mau arisan dirumah saudaranya. kata ina mau beliin aku sepatu satu lagi di pasar kopro tapi gak jadi karena dede kayla ketiduran, kasihan nanti kalau dede kayla bangun.

dirumah aku boleh main sebentar aja. kata ina aku harus belajar karena hari senin aku ujian di sekolah. sebenarnya aku udah tau ujian sains. aku sudah belajar sama ibu siti. tapi ina bilang aku harus baca lagi, jadi aku baca lagi.

Jelang Ramadhan

Tanpa terasa Ramadhan sebentar lagi akan tiba. Ramadhan datang setiap tahun silih berganti. Untuk semua umat muslim dimanapun berada, terutama teman-teman terkasih, kami ucapkan selamat menjalankan Ibadah Puasa.

Cerita Wiken ala kak Lily

Ini tulisan kak Lily lagi, yang berhasil dioprek Ibu dari komputer yang lagi sakit :)

******

Hari sabtu, aku kerumah Opung Doli tapi aku pulang hari minggu.
Pulang jam 7, tapi aku ke citralen dulu nanti aku dianterin tulang wahyu sama tante vera sama tulang arie dan aku sendiri.
aku dianterin pulang naik mobil karimun tapi aku maunya dianterin sama ayah sama mama cantik naik xenia. aku gak mau dianterin sama tulang wahyu.
di citralen aku dibeliin mama cantik cincin bunga kalung sama bando yang ada krencengannya. aku juga dikasih duit 20 ribu sama ayah katanya buat ditabung. aku pulang jam 7 malam. aku gak mau sama tulang wahyu, aku maunya dijemput ina dan ama. tapi udah malam jadinya aku mau pulang dianterin tulang wahyu.

PR dari Tante Lita

Udah mau wiken lagi, ngerjain peer dari tante Lita dulu ah :)

Temanya : 3 Hal Tentang Akhwat

3 Hal saat ini
Kondisi fisik hari ini : Alhamdulillah, batuk masih hinggap didiriku (burung kali…he…he…) dan dengan sukses menularkan kepada kak Lily dan de’ Kayla.

Perasaan saat ini : nih yang susah, kadang senang, kadang agak kesal karena kerjaan dari kantor lagi bertumpuk, sementara proyek lainnya sedang menanti sentuhan tanganku (halah!)

Kegiatan yang baru dilakukan : sama Om Andi (teman kantor Ibu) beresin komputer yang kembali bermasalah. (Menanti komputer baru yang tak kunjung tiba…hiks)

3 Kisah proses memakai jilbab
Tahun : Juli 2005 ( masih perlu banyak belajar)

Cerita singkat : Awalnya teman kuliah yang dulu pernah sama-sama janji kalau sudah menikah akan memakai jilbab. Dia sudah duluan pakai, trus tanya kapan mau pakai, tapi masih belum sanggup. Trus cerita sama teman-teman milis, banyak yang kasih saran dan kekuatan, yang paling Ibu ingat, dari teman milis Ibu yang bilang : hidayah gak akan datang kalau tidak dijemput. Dengan dukungan Ayah, akhirnya Ibu membulatkan tekad untuk memakai jilbab.

Kesan : jadi lebih memperhatikan tingkah laku jangan sampai gak sesuai. Kak Lily yang paling senang, dan suka pilihin jilbab yang mau Ibu pakai.

3 Hal tentang sekolah
Pendidikan terakhir : S1 (pengen banget ambil S2, tapi selalu gagal karena duitnya kepakai terus..hiks)
Rencana melanjutkan studi : pengen tapi jangan yang susah-susah yah. Minimal gak ada matematikanya :D

Sudah sesuai dengan cita-cita belum : pastilah. Karena dulu memang ingin jadi reporter.

3 Hal tentang karir
Pekerjaan sekarang : utamanya ibu rumah tangga. Sambilannya, karyawati di salah satu televisi nasional, divisi website

Seneng dengan pekerjaannya : Pastinya, karena sesuai dengan cita-cita dan kuliah.

Ambisi dalam karir : waduh… gak muluk-muluk, cuma pengen suatu saat punya buku yang isinya tentang orang-orang yang sudah pernah diwawancara. Kumpulan wawancara, gitu deh. Kalau sebagai orang tua, pengen anak-anaknya kelak nanti menjadi anak yang berguna bagi orang tua, agama, nusa dan bangsa. Amiin.

Karena udah kelamaan, jadi gak perlu dilempar-lempar :)

Gaya de Kayla

Ibu lagi coba-coba ini :) )

RockYou slideshow | View | Add Favorite

Tulisan Kak Lily :)

Hari ini aku mengantarkan neta ke les mengaji.
Aku sekalian nungguin neta pulang sampe neta dan rike pulang.

Neta pulang jam 5 neta berangkat jam 3, neta naik motor sama mas is sama aku juga.
Mungkin rike engga ikut sama mas is. Kalo ikut kan neta didepan melulu.

Sekali sekali neta di belakang masa rike di belakang melulu sih.
Lagian kan aku nganterin neta.

Aku ke tempat les ngaji, karena kata neta, bu Sum kangen sama aku. Aku bilang sama bu Sum, aku udah gak bisa ngaji lagi, karena lesku sudah banyak.
nanti aku gak bisa istirahat.

********

ps : Ini asli tulisan kak Lily, yang ditulis di PDA Ibu, trus diupload ke blog ini. Sejak mendapat pelajaran komputer di sekolah, kak Lily jadi rajin ngetik-ngetik. Sebenarnya, ada banyak tulisan kak Lily yang sudah mau Ibu upload ke bloh, tapi karena PC dirumah lagi rusak, batal deh.

Ketonjok :(

Sabtu, 9 september 2006, waktu Ibu datang ke sekolah mau bayar uang sekolah, kak lily yang lagi mengikuti ekstra kurikuler, tiba-tiba datang ke ibu dan bilang kalau perutnya baru ditonjok sama Gerry, teman satu kelasnya.

“Perutku sakit tadi ditonjok Gerry,” kata kak Lily.
“Kok bisa kena tonjok,? Tanya Ibu.
“Tadi gerry lagi berantem sama Wikrema, trus pas dia mau nonjok, sikutnya kena perutku,” kata kak lily lagi sambil meringis megang perutnya yang sakit.

Jujur, saat itu rasanya ibu pengen marah sama Gerry. Tapi akal sehat masih ada diotak Ibu.
Ibu pikir pasti anak-anak kagi bercanda atau gak sengaja. Ibu tanya sekali lagi sama kak Lily apa dia ikut-ikutan berantem. “Ngak. Aku cuma ngeliatin aja.”

Pas saat itu Gerry lewat didepan Ibu sama kak Lily, Ibu tanya sama Gerry, kok Lily kena sikut. Kata Gerry sambil senyum-senyum (ini ciri khasnya Gerry, selalu tersenyum biar diomelin sama Mamanya atau Bu Guru) : Aku gak sengaja tante. Aku dah minta maaf kok sama Lily.

Satu kelemahan Ibu, kalau udah dikasih senyuman, gak bisa deh marah lagi :) Lagipula ngapain marah sama anak orang yah, menghabiskan energi aja. Gerry juga udah mengaku salah.

Ternyata kak Lily masih merasakan perutnya sakit sampai Senin kemarin. Akhirnya mau gak mau, Ibu laporin aja sama Bu Guru, yang ternyata sudah dikasih tau sama temannya kak Lily, si Zahra. Katanya Gerry sudah dihukum. Ibu-ibu teman kak Lily yang tahu masalah kak Lily kena tonjok, bilang sama Ibu supaya ngomong sama mamanya Gerry.

Wah, untuk soal itu biar Bu Nina deh yang menangani. Ibu gak mau salah kaprah, kayak kejadian waktu di TK Lily dulu, ada Ibu yang anaknya berantem trus Ibu A langsung negur Ibu B, supaya anaknya jangan nakal-nakal, eh Ibu B tersinggung dan gak ngomong lagi sama Ibu A. Macam-macam aja yah :)

Bukannya Ibu takut, tapi Ibu kan gak tau karakter mamanya Gerry. Lebih baik kan Bu Guru yang lebih berkompeten kasih taunya. Kak Lily sendiri udah dibawa ke dokter dan Alhamdulillah kata dokter gak ada masalah apa-apa. Kak Lily juga udah merasa baikan.

« Older entries