Miss Tutup Pintu
January 29, 2007 at 1:51 am (Cerita Kayla)
(Te)nendang(an) Posting ?
January 22, 2007 at 11:05 pm (Inspirasi)
Beberapa kali blogwalking ketempatnya Yanti , menemukan kata Merdeka. Penasaran, gw pun merambah ke wilayah tersebut, yang ternyata bernama lengkap merdeka.or.id. Dan menurut penjelasan yang tertulis disana, Merdeka adalah aggregat blog. Blog yang dirancang agar pembaca mudah mencari postingan yang benar-benar menarik perhatiannya secara singkat.
Wah menarik nih pikir gw
apalagi pas gw baca disitu ada celotehnya Yanti. Satu persatu gw telusuri dan tak lupa mampir ke beberapa blog member Merdeka. Pas gw main ke http://andryshuzain.com/ gw menemukan postingan yang menarik yaitu Panduan Menulis Post yang (semoga) Nendang
Menarik ! karena meski lulusan dari jurnalistik dan pernah jadi reporter (yang jelas bukan reporter infotainment), gw merasa bahwa tulisan gw belum termasuk kategori menarik dan seperti yang dibilang Andry, nendang (ternyata bukan sepak bola aja, postingan pun perlu tendangan).
Meski gw udah kekenyangan dengan teori-teori menulis (Dasar-dasar jurnalistik, 9 elemen jurnalistik, dan panduan menulis berita dan artikel), tetap aja membuat tulisan atau postingan yang nendang bin menarik itu, susahnya mak nyus (sorry om Bondan, pinjem dulu yah jargonnya). Setiap mau menulis berita, gw musti berkutat dulu dengan segala ketebelece, sebelum akhirnya menemukan leadnya. Begitu juga dengan postingan di blog. Udah ditulis serapi jali mungkin, pakai nyontek segala ke Mr. Google, tetep aja begitu dibaca ulang, lha kok ngak nendang yah ? Gimana mo jadi headline, soft news aja biasa-biasa saja
So, membaca postingan Andry, disampaikan bahwa supaya nendang antara lain ; postingan harus jujur, mulai dari sekeliling, tutup postingan dengan kata tanya (katanya kalau mau banyak yang komen..he…he..), tempatkan siapapun termasuk pacar, orang tua, prt, sebagai pembaca, bercerita (pakai gaya bahasa sendiri deh), selingi humor dan ngomong yang jelas (jangan mau kalah sama anak umur 1 tahun yang baru belajar ngomong).
Trus dari buku yang kebetulan gw sering baca, karangan Wahyu Wibowo, tentang 6 langkah jitu agar tulisan makin hidup dan enak dibaca, salah satu yang gw ambil sebagai contoh adalah :
- tulisan itu harus indah (bukan gw tentunya!) yaitu mengandung kesatuan dan keutuhan, pikiran utamanya jelas, tunduk pada kaidah dan peka.
Nah, dari dua sumber tersebut, kesimpulan gw untuk membuat tulisan atau postingan yang nendang adalah : tulisan yang ingin kita sampaikan itu harus jelas, jujur dan mengandung kesatuan dan keutuhan (ngak melebar kemana-mana). So apakah postingan itu sudah nendang ?
Wastafel Cuci Kaki ?
January 18, 2007 at 4:57 pm (Curhat)
Sukaria @ Diknas
January 18, 2007 at 7:48 am (Event)
Hari Sabtu, 13 Januari 2007, Blogfam mengadakan acara Jumpa Penulis dan Relaunching Buku terbitan Blogfam bersama Penerbit Gradien (Flash!Flash!Flash! dan Biarkan Aku Mencintaimu dalam Sunyi) di Perpustakaan Depdiknas, Jalan Jend. Sudirman, Jakarta Pusat. Kebetulan dalam acara itu, gw ikut terlibat sebagai seksi sok sibuk
Nyaris saja, gw ngak bisa datang ke acara tersebut, karena Kayla ikut-ikutan kakaknya sakit panas. Sebelumnya, Lily sudah lebih dulu sakit panas dan sudah lumayan pada hari Jumatnya, tapi hari Jumatnya itu Kayla malah ikutan panas. Takut ada apa-apa, dan sempet sms Pak Amril (yang dua anaknya sempet dirawat di RS karena panas tinggi), gw bawa anak-anak kedokter dan Alhamdulillah kata dokter ngak ada apa-apa, cuma perubahan cuaca aja.
Dengan dukungan Mas Iwan, yang bilang bahwa gw harus bertanggungjawab sama buku-buku Blogfam yang ada sama gw, akhirnya gw berangkat ke Depdiknas. Cuma gw mesti berangkat sendiri karena Mas Iwan harus jaga anak-anak.
Di jalan, gw telepon Itha yang ternyata juga sedang dalam perjalanan. Telepon Syl, ternyata ibu ketupat sudah datang lebih dulu beserta anak-anaknya dan temannya. Sampai di Diknas sekitar pukul 09.30, ternyata sudah ada Linda, Yaya, dan Pritha yang dari Bandung. Ngak lama datang Nana (terbangkeangkasa) dan Za. Lagi asyik beres-beres konsumsi sumbangan dari teman-teman Blogfam, di pintu masuk ke perpustakaan gw lihat seorang pria berwajah oriental dengan menenteng tas dan bungkusan. Gw menduga itu pasti Pak Ang Tek Khun.
Pak Ang Tek Khun adalah pembicara pertama yang datang dan paling pagi. Beliau ternyata langsung dari bandara menuju Diknas. Ternyata orangnya ramah dan ngak nyangka beliau membawa oleh-oleh makanan khas Yogyakarta, Bakpia. Makasih yah Pak.
Kue-kue sumbangan Blogfamers dan Pak Ang Tek Khun
Pak Ang Tek Khun langsung dikerubungi para blogfamers yang pengin tulisannya bisa diterbitin. Pak Ang Tek Khun sudah serasa raja minyak aja dikerubungi cewe-cewe yang antusias mendengarkan cerita-ceritanya seputar penulisan dan penerbitan. Belum juga acara dimulai, beliau sudah kasih tips-tips. Benar-benar waktu yang berharga.
Ngak terasa, satu persatu panitia, para tamu, pembicara (Raditya Dhika, Yeri Hermanto & Relitha Hermanto) dan peserta, mulai berdatangan dan mengisi ruangan yang telah disediakan oleh pihak perpustakaan.
Acara pun dimulai dengan kata sambutan dari Syl, lalu Itha sebagai Presiden Blogfam, disambung oleh Mas Tom, tentang blog. Acaranya asyik, apalagi Mamat sebagai MC, lumayan asyik memandu acara. Cuma Dahlia sebagai co-host, lebih banyak diamnya (apa karena sakit yah Day ?).
Sempat break sebentar, acara dilanjutkan dengan pemaparan mengenai proses penerbitan buku blogfam oleh Pak Amril dan Pak Ang Tek, yang mendapat antusias sangat baik dari peserta yang hadir. Kemudian pembacaan naskah FFF oleh Nunik yang lagi hamil besar. Disambung tentang penulisan skenario dari Relitha dan Yeri Hermanto. Kedua penulis skenario itu juga menyatakan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi warga blogfam yg ingin menyumbangkan ide cerita untuk diangkat menjadi skenario sinetron.
Ketemu Seleb Apsas
Duh seneng banget bisa hadir diacara itu, tambah seneng karena gw ngak menduga bisa ketemu sama orang-orang terkenal di dunia penulisan dan blog. Gw bisa ketemuan sama Seleb Apsas (Apresiasi Sastra) seperti Pak Kurnia Effendy (Kef), Mbak Endah “Perca” Sulwesi dan Mbak Itha Siregar. Yang gw seneng, gw bisa cepet akrab karena sambutan hangat dari mereka. Ketiga seleb Apsas itu benar-benar orang yang tidak sombong dan ramah, meski gw adalah anak bawang di Apsas. Gw semakin tersanjung ketika Pak Kef bilang mau ngundang ke acara peluncuran bukunya di tanggal 14 Februari, yang bertema 80-an. Makasih yah Pak.
Ketemu Dewi Angina
Selain ketemu para seleb Apsas itu, gw juga ketemuan sama Dewi Angina, yang memang menjadi pembicara dalam acara itu. Dewi itu ternyata lebih cantik aslinya dari foto-foto yang gw lihat di blognya. Angina apa lagi. Cantik, montok, dan putih bersih. Bisa dibilang Dewi dan Angina itu, salah dua orang Chines yang cantiknya bukan seperti cantik orang Chines. Tau kan gaya cantiknya orang Chines di Glodok…he…he… (sorry bukan SARA).
Gw seneng sekaligus terharu karena Dewi sudah mau meluangkan waktunya untuk datang padahal rumahnya di Tangerang dan Angina ijin ngak sekolah. Btw, kamu hari Sabtu kan kerja yah Wi ? Duh maaf banget yah kalau kamu sampai ngak masuk.
Sabtu itu memang benar-benar tak terlupakan. Meski masih banyak kekurangan disana-sini, gw bangga karena acara itu berlangsung sukses. Sebagai anggota Blogfam, gw semakin bangga bisa bergabung dengan komunitas itu. So, kapan lagi Blogfam ngadain acara. Dua bulan kedepan yah ? he…he… Maknyak pasti geleng-geleng kepala
Hanya Tuhan yang Tahu
January 16, 2007 at 3:56 pm (Curhat)
Masih masuk pagi
Karena tadi pagi Mas Iwan agak sakit-sakit perut, beliau akhirnya mengantar diriku sampai Harapan Indah, selebihnya gw nyambung naik angkot sampai Pulogadung.
Yang namanya angkot, pasti tahulah semuanya, bagaimana tidak tau aturannya sang supir angkot. Makanya itu diperlukan doa sepanjang perjalanan agar selamat sampai tujuan.
Yang namanya angkot itu dia mau berhenti, dia mau berbelok ke kiri atau ke kanan, dia nurunin penumpang atau ngak, itu hanya Tuhan dan supir angkot yang tau
Bukan hanya ngeselin penumpangnya, juga ngeselin pemakai jalan lainnya.
Seperti yang tadi terjadi sama angkot yang gw naikin. Tuh supir, benar-benar bikin penumpangnya harus berdoa sepanjang jalan. Udah jalannya kenceng (walau belum kategori ngebut), dia seenak-enaknya ngerem, yang bikin perut serasa dikocok-kocok kayak bartender lagi kocok minuman. Untung gw ngak muntah, karena perut gw asli dah ngak tahan banget.
Ngak tahan dengan kelakuan sang supir, seorang ibu yang duduknya pas disamping gw, langsung marah-marah. “Bang, jangan main-main dong. Emangnya abang bisa ngantiin nyawa orang,” cerca sang ibu.
Karena udah ada yang berani, biasalah kayak bebek yang ikut induknya, penumpang lainnya pun menggerutu. Kalau gw sih cukup sumpah serapah didalam hati aja.
Ngak terima diomelin, si abang ngeles bilang kalau dia ngerem mendadak karena kendaraan didepannya ngak kasih sign. Alasan klise. Jadi ? kembali ke lap….top
Sakit Dua-duanya
January 15, 2007 at 7:09 am (Lily dan Kayla)
Mau tau rasanya punya dua orang anak yang pada saat bersamaan sakit ?
Sedih, takut, khawatir, mau nangis tapi malu dan yang jelas adalah mengutuki diri sendiri, karena lebih mementingkan keinginan sendiri alias egois.
Awalnya Lily yang sakit panas pada hari Rabu (10/1/2007). Sampai hari Jumat, panasnya masih turun naik. Disaat bersamaan, Jumat itu, Kayla juga mulai terserang panas. Baru kali itu kedua-duanya sakit berbarengan. Tiba-tiba aku teringat sama Pak Amril, yang kedua anaknya Rizky dan Alya, yang sakit dan masuk rumah sakit bareng.
Ngak mau resiko, cepet-cepet keduanya dibawa ke dokter. Kata dokter sih, karena cuaca lagi ngak begitu bagus, sekarang anak-anak gampang sakit. Tapi kalau Lily sampai hari Minggu badannya masih tetap panas, mau ngak mau harus dirawat di rumkit.
Alhamdulillah, sekarang ini Lily sudah ngak begitu panas. Kayla juga. Tapi tetep aja khawatir karena Lily masih belum stabil. Kadang panas, kadang ngak. Jadi Senin sore masih mau balik lagi kedokter.
Ngak Ada Ide dan HUT Indosiar
January 12, 2007 at 7:56 am (Inspirasi Indahjuli)
Sebelas hari telah berlalu, gw masih belum ada perkembangan bagus. Niat buat disiplin dalam menulis masih mandek aja. Gw masih lebih memilih tidur ketimbang mengkreatifkan otak
Ide sih banyak diotak, tapi nuangin ke tulisan itu, gw terlalu males. Terlalu banyak alasan !
Btw, hari ini Indosiar , ulang tahun yang ke-12. Bukan usia yang muda lagi. Satu hari sebelumnya, para karyawan mendapat pengarahan dari Dirut Pak Handoko. Selama tujuh tahun bekerja di Indos, baru kali ini gw dapat pengarahan. Dan ini kali keempat Indos, ngak ngadain Family Gathering dalam merayakan ulang tahunnya dan sepertinya ngak bakalan ada bonus ataupun pun kenaikan gaji. Udah 3 tahun bo’ ngak naik-naik..he…he… Tapi masih bersyukurlah masih teratur digaji.
Indosiar saat ini memang sedang dalam keadaan terpuruk. Bayangin aja setalh lima kali berturut-turut (dari tahun 2000) menjadi TV nomor satu, sekarang boro-boro masuk rangking, malah merasionalisasi ratusan orang pegawai.
Kata Pak Handoko dalam pengarahannya, Indosiar ngak akan merger dengan stasiun televisi apapun, seperti yang ramai diberitain di koran-koran. Yang lagi dicari Indos itu adalah sharing partner, dalam segi pembiayaan. Utang Indos banyak bo’.
Karyawan diminta untuk meningkatkan kualitas agar bisa kembali meraih kesuksesan. Dan mengenai kenaikan gaji, menurut Pak Handoko, jangan tanyakan apa yang telah perusahaan berikan padamu, tapi apa yang telah kamu berikan pada perusahaan. Klise !
But anyway busway, Jayalah terus Indosiar, dan semoga sukses kembali diraih.
ps : cuma kalau lihat program Indos sekarang yang ngak oke, mungkin susah juga meraih kembali popularitas itu





