Matahariku
March 31, 2007 at 4:25 pm (poem)
Harapan
March 29, 2007 at 4:18 pm (poem)
Kadang terasa betah hidupku disini
Namun betapa tega roda nasib menimpa
Tiada keindahan menjemput
hati terkulai
diiris rasa menyiksa
Belati tertancap di ulu hati
takkan sepedih jerit hati
meniti hari demi hari
dalam rinduku padamu
Takkan berhenti kuberharap
meski kau tak pernah kudekap
Matahari Rembulan
March 29, 2007 at 4:12 pm (poem)
Matahari tawaku
rembulan senyumku
debur ombak semangatku
desir angin bisikanku
kicau burung ceriaku
laut biru rinduku
semua milikku
Tapi semua tak berarti
kalau kau tak kumiliki
aku rela menyerahkan semua
yang aku miliki
asal kau menjadi milikku
Feeling Blue
March 27, 2007 at 3:38 pm (poem)
Bule Jawa
March 24, 2007 at 1:12 am (Cerita Lily dan Kayla)
Ada yang baru dari kak Lily, nih dia :
Sebenarnya dia ngak mau fotonya ini diposting di blog, cuma karena bule Santhi di Yogya penasaran, akhirnya dipublish juga
Yup, rambut kak Lily di highlight. Dia udah lama pengen minta rambutnya diwarnai, karena melihat mama cantiknya (Tante Wulan, adik saya), yang rambutnya diwarnai karena kebetulan dia kerja di Wedding Organizer. Sudah setahun yang lalu dia minta, tapi selalu berhasil saya bantah dengan berbagai alasan. Tetapi keinginan itu timbul lagi, karena melihat beberapa temannya disekolah ternyata rambutnya di highlight. Ya, lebih karena ikut-ikutan (inget ngak Tante Sili, chattingan kita beberapa hari lalu..he….he…), Lily memaksa Inanya untuk mencat rambutnya.
Ngak tahan mendengar rengekannya, meski ditentang Ayahnya, saya pun menemani Lily ke salon untuk menghighlight rambutnya, tentunya dengan sejumlah perjanjian seperti : batas waktu sampai 3 bulan, kalau jelek ngak boleh nangis, dan ini yang pertama sekaligus terakhir rambutnya diberi warna.
Dan itulah hasilnya. Seperti sudah diduga, Lily sempet down, saat anak-anak tetangga meledeknya. Untungnya disekolah tidak, karena Lily pakai jilbab. Yang jelas sih, dia sudah mulai kelihatan bosan… tapi sesuai perjanjian harus nunggu 3 bulan lagi untuk menghitamkan kembali rambutnya.
Oh ya, Jumat malam, datang paket dari Tante Donna Bandung.
Paketnya berisi sejumlah aksesoris rambut, yang langsung jadi rebutan Lily dan Kayla
maklum, namanya anak-anak apalagi paket itu dikhususkan buat mereka, serasa seperti mendapat lotre.
“Wah bagus banget Na,” kata kak Lily. “Eh, ada kartunya. Untuk Lily dan Kayla, semoga suka yah. With Love, Primadonna Angela,” Lily membaca tulisan yang tertera di kartu nama Tante Donna.
“Na, with love artinya dengan cinta kan ? Tante Donna, cinta sama aku dan Kayla ?” tanya Lily dengan polosnya. Maklum deh, Lily sekarang sudah belajar bahasa Inggris, jadi dia sedikit mengerti artinya. Makasih yah Tante Donna, salam buat Aza dan Chika.
Juara Penulis
March 22, 2007 at 2:36 am (Curhat Indahjuli)
Asal :)
March 20, 2007 at 8:33 am (campur sari)
Megaria Nasibmu Kini
March 15, 2007 at 8:01 am (Kenangan)
Disalah satu milis, yang saya ikuti beredar berita bahwa Bioskop Megaria, yang terletak di Jalan Pegangsaan No 21, Jakarta Pusat, samping Stasiun Kereta Api Cikini, deket sama RSCM, dan ngak jauh dari Kantor Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP), bakal dijual.
Beritanya seperti ini :
—– Original Message —–
From: “BrianChang” <canciht@yahoo. com.sg>
Subject:[isc-starlet] Dijual bangunan eks bioskop Metropole ( Megahria) jalanPegangsaan No 21
> Dijual bangunan eks bioskop Metropole ( Megahria) jalan Pegangsaan No 21( Diponegoro) / sebelah rel KA Cikini Jakarta seluas11.623 m2 @ Rp.15juta/m2.
Sudah ditawar orang Rp.11 juta/m2.
Kalau ada yangnawar diatasRp.11 juta atau minimal Rp.13 juta/m2 akandilepas.
>> Yang berminat bayar DP 50%, pelunasan dalamwaktu 5 bulan, karena lantai 2 masih dikontrak orang (minta waktu 5 bulanuntuk pengosongan) .
>> Mediator dapat fee 5%,jadi ngak usah dinaikkan lagi harganya.
>> Bersama iniditampilkan perhitungan komisinya :
>> LUAS>11.623
>> Harga/m2> 13.000.000
>> TOTAL>151.099.000. 000
>> Total komisi>7.554.950.000
>> Kalau mediator 5 orang>1.510.990.000
>>> Kalau mediator 6 orang>1.259.158.333
>>> Tolong friend, siapa tahu banyakkenalan ama konglomerat. Kalo minat,tolong reply ke site ini atau langsungcontact Ferry +62 (81) 5827-2690(ferry@muliabrothers .com)
>>Buat gambar certificatenya bisa liat di:> http://indorealesta/ tes.com/index. php?board= 9.0
Duh, miris membacanya. Satu lagi gedung tua dan bersejarah akan hilang. Semoga saja ngak dihancurin jadi mall, tapi direvitalisasi sehingga bangunannya menjadi lebih kokoh dan modern.
Buat aku sendiri, Megaria itu banyak banget memorinya. Karena bioskop itulah, pertama kali diajak Bapak nonton. Trus sewaktu aku masih sering liputan, yang berkesan banget saat penyerbuan ke kantor PDI, baru pertama jadi wartawan, masih bodoh-bodoh. Trus masih senang disuruh kemana-mana termasuk kerusuhan, dan menginapnya di Megaria…he…he…
Sewaktu pacaran, entah kenapa aku selalu memilih nonton di Megaria. Oh yah, aku tuh kalau pacaran, ngak pernah jalan-jalan loh…he…he… Paling tinggi yah nonton itu
Nah di Megaria, ada warung makan, yang jual ayam kecapnya endang bambang gulindam, trus ada somay dan es kelapa yang tak kalah yummy. Jadi lengkap deh. Abis nonton trus makan
Oh yah, terkait dengan penjualan Megaria itu, aku ingat saat wawancara dengan Direktur Eksekutif Gedung Arsip, Tamalia Alisjahbana (putri pendekar sastra Sutan Takdir Alisjahbanam, ada tiga hal utama dalam menjaga dan merawat gedung-gedung bersejarah. Yaitu : sebagai identitas nasional, sifat khas suatu bangsa atau daerah dan sebagai bagian ekonomi bangsa.
Kata Tamalia, dari gedung-gedung tersebut kita bisa melihat sejarah atau cerita tentang bangsa kita sendiri. Gedung bersejarah itu mempunyai sifat khas suatu daerah. Kalau tidak, semua tempat atau kota akan terlihat sama yaitu kota beton.
Jadi, untuk tidak jadi kota Beton, bagaimana kalau kita dukung segala rencana untuk membongkar gedung-gedung bersejarah. Atau kalau punya kenangan tentang Megaria, cerita-cerita dong ?
Braces
March 13, 2007 at 10:32 am (Cerita Lily)






