Kalau lagi bete, memang asyik buat baca buku. Kalau sudah baca, katanya jangan dibiarkan mengendap diotak, lebih baik kamu tuliskan. So, maka menulislah gw tentang perasaan gw setelah membaca buku-buku ini. Ulasannya bisa dilihat http://penatinta.blogdrive.com
Bandung on Vacation
May 23, 2007 at 5:54 am (Vacation)
Kata Anne, teman kantor gw yang dimutasi ke Talent, dan tempat curhat gw selama 6 tahun terakhir ini, gw perlu menyenangkan hati supaya ngak stress. Menuruti nasehatnya, maka liburan panjang kemarin, bersama keluarga Pakde Naryo, gw sekeluarga pun liburan ke Bandung.
Tadinya pengen ketemuan sama Neng_Geulis, tapi ternyata beliau bersama anak cantiknya Naila, pergi ke Jakarta. He…he…yang Jakarta ke Bandung, yang Bandung ke Jakarta. Bosen liat Bandung diserbu orang Jakarta yah Neng
Di Bandung, karena sama keluarga Pak De Naryo, ngak mungkinlah gw nginep dirumah Amang Tua (kakak sepupunya Bokap) di Palasari, akhirnya kita nginep di Apartemen Cieumbeluit (eh bener ngak tulisannya seperti itu), karena hotel yang disaranin Donna, sudah penuh, dan wisma yang dipesanin sama Dhika, udah dipanjarin orang.
Setelah asyik wisata kuliner dan lihat-lihat FO (gw bersyukur karena bisa menahan nafsu belanja alias ngak beli apa-apa, cuma lihat doank), hari Sabtunya menjelang kepulangan kita ke Bekasi, gw ketemuan sama member Blogfam Bandung di Ciwalk. Gw heran, kenapa yah ngak di Jakarta ngak di Bandung, blogfamers itu kok hobbynya ngumpul lama-lama, dan saking serunya obrolan plus ketawa ketiwi, para pramusaji ngelihatin kita dengan juteknya.
Liburan di Bandung memang menyenangkan dan membuat gw ingin kembali lagi kesana. Kapan-kapanlah, kalau ada waktu liburan.
Hapus Perih
May 20, 2007 at 5:28 pm (Curhat)
Dalam perjalanan hidup insan manusia, pasti merasakan apa yang namanya suka dan duka. Diantara rasa suka yang begitu banyak kita rasakan, terselip rasa duka, begitu sebaliknya. Dan kata orang-orang bijak, jangan terlampau merasa senang, karena itu bisa membuat luka. Atau, nikmatilah dukamu (ini kali’ kalau keseringan merasa duka) karena itulah rasa sukamu.
Itu kata orang pintar yang kita tiru ucapkan kepada orang lain yang sedang berduka atau bersuka. Tapi sepertinya ngak berlaku kalau kita sendiri yang ngerasain. Waktu senang, bener-bener bersuka ria, tapi begitu kita ditimpa duka, rasanya kalau sesak nafas itu bisa diperjual belikan, maka akan banyak orang yang berduka menjualbelikannya, dan dapat hasil yang membuat rasa suka. Duh…kok jadi ngawur gini ngomongnya
Harap maklum, kalau tulisannya rada ngawur gini. Soalnya lagi kram otak, akibat isu kantor bakal dibeli SCTV dan kemungkinan akan terjadi rasionalisasi besar-besaran. Ditengah masalah itu, otak gw semakin gegar karena dua buku gw, yang sudah penuh perjuangan gw kerjakan, nasibnya menyedihkan. Satu novel ditolak dengan sukses, setelah gw harus menunggu selama 3 bulan, dan satu lainnya, nasibnya tak jelas, ibaratnya hidup segan mati tak mau, meski sudah irevisi dan diterima dengan baik, tapi belum tau kapan akan terbit.
Seperti kata Primadonna Angela dan Syafrina Siregar (yang sudah lebih dulu sukses menerbitkan buku) itu merupakan jalan untuk memacu gw agar semakin rajin menulis dan jangan pernah patah semangat. Meski mereka sudah memberi semangat, tapi tetep saja perih itu menyakitkan.
Gue bagai kapal yang oleng, down. Meski ngak mengeluarkan air mata, cuma gw merasa sesak di dada aja. Ternyata menulis buku lebih sulit daripada menulis berita. Bagaimana kalau nulis berita sebanyak mungkin, trus dijadiin buku ? he…he…mang ada yang mau terbitin :p
Nah sekarang ini gw lagi mencoba menghapus perih, semoga aja berhasil.
Berbagi Cerita
May 16, 2007 at 2:52 am (Curhat Indahjuli)
