Mendadak Me Time

Ngak selalu pasti kapan waktu yang pas buat gw bersantai-santai sejenak, entah itu nyalon atau kumpul bareng sama teman-teman, gossip time :))

Sekarang ini, kalau ke salon, bisa beramai-ramai satu keluarga, misalnya seperti sebelum berangkat ke Yogya, Mbak Lily, Kayla, gw, sama Mas Iwan, potong rambut bareng. Atau sama Mbak Lily, untuk creambath rambut.

Nah, Kamis (17/1/2008) kemarin, mendadak aja, gw beserta teman-teman dari Blogfam ngadain kopdardak (kopdar mendadak). Awalnya sih berawal dari email-email durjana dari gossiper KGB Club, yang ternyata membuat biduan Madura males berangkat kerja dan ngajakin si Ratu Kembang buat ngemall di Plangi, tempat favorit para Blogfamous untuk ketemuan.

Photobucket

Ide edan itu ternyata disikapi dengan cepat sama fotografer sok seksi, dengan alasan kalau Jumat ngak bisa soalnya suami yang datang jauh-jauh dari negaranya Shah Rukh Khan, mesti dilayani dulu….he…he… dan karena ada pengantin baru, yang pengen karaokean, akhirnya jadilah kita kopdardak.

Photobucket

Ngak diduga, ternyata lumayan banyak yang datang. Ada Nana terbangkeangkasa yang juga baru jadi pengantin baru, ada Za yang mau married bulan April nanti, ada Itha Seal, yang udah lama ngak ikutan kopdar. Ada Dino, suaminya Nana, Mas Iwan —yang mau aja gw seret-, Yudhi — gebetannya Dahlia, dan anggota baru Blogfamous, Zizy, yang lagi hamil 7 bulan.

Photobucket

Dan yang namanya mendadak itu ternyata enak yah :))
Cerita-cerita seru mengalir deras, terutama pembahasan tentang Nana, yang kok jadi semakin gemuk yah setelah menikah, quickie Na…..wakakakakak….kabur ah

Photobucket

Karena ada ibu hamil dan Ratu Kembang lagi ngak enak badan, sebelum jam 8 malam, kita pun pulang. Tentunya dengan rasa puas karena udah bisa nyela Nana dan berfoto-foto ria untuk bikin mangkel hati si Hijau Cantik dan Bunda 2 R , yang kali ini pass ngak bisa ikutan …. emang enak, lembur terus :p

Photobucket

ps : semua foto hasil bidikan kamera Biduan Madura.

Mencari Sekolah

Kalau dulu waktu Mbak Lily mencari sekolah dasar, kami agak kerepotan

Ikutan Hilang

Setelah minyak tanah, kini tempe dan tahu pun menghilang dari peredaran. Sejak hari Sabtu lalu (12/1/2007) —malah beberapa hari sebelumnya- mencari tempe dan tahu susah-susah gampang.

Ada yang jual, tapi langsung ludes diserbu pembeli, meski harganya lebih mahal dibanding sebelumnya. Kalau dulu bisa dapat beli tempe seribu rupiah, sekarang ? Jangan harap ! Paling murah tempe dijual Rp 1500 atau Rp 2000 untuk 1/4 papan. Sementara kalau satu papan bisa mencapai enam ribuan.

Mahalnya harga tempe dan tahu, karena melambungnya harga kedelai (bahan baku tempe dan tahu) yang mencapai Rp 7600 perkilogram, padahal sebelumnya hanya sekitar Rp 5000-an. Gimana mau dijual murah yah ?

Padahal, tempe dan tahu ini termasuk makanan murah, meriah dan masaknya gampang. Apalagi bagi gw yang ngak bisa masak…he….he…. dan tahu tempe merupakan teman setia nasi dirumah kami :))

Putri Jangkung


Sewaktu di Yogyakarta, kampung halaman Ama, Mbak Lily dan Kayla sempat jalan-jalan ke Candi Prambanan. Soalnya kita semua penasaran bagaimana keadaan Prambanan sekarang setelah diguncang gempa hebat bulan Mei 2007 lalu.

Menurut kabar, Candi Prambanan mengalami rusak parah sehingga perlu direnovasi besar-besaran. Nah, waktu kita kesana candi utamanya seperti Candi Siwa, Candi Wisnu dan Candi Brahma, masih dalam taraf perbaikan dan tidak boleh dimasuki pengunjung. Jadi kita ngak bisa melihat Arca Durga atau Loro Jonggrang yang terkenal itu.

Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang itu terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kalau dari rumah Mbah yang terletak di Kota Yogyakarta (di Cokrokusuman, Jetis Pasiraman), perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor, cuma setengah jam. Kalau naik angkutan umum seperti bus kota harus naik bus yang kearah Solo.

Candi Prambanan ini punya legenda yang sudah terkenal lho ? Alkisah di jaman dahulu kala, terdapat seorang putri cantik nan rupawan, putri Prabu Boko, yang bernama Loro Jonggrang. Seorang pemuda yang bernama Bandung Bondowoso ternyata mencintai Loro Jonggrang. Ia kemudian melamar sang putri cantik. Tapi Loro Jonggrang tidak suka dengan pemuda yang mempunyai kesaktian mandraguna itu. Ia pun mengajukan syarat kepada Bandung Bondowoso, jika ingin menikahinya harus membangun seribu candi dalam waktu sehari semalam.

Dengan bantuan anak buahnya yang terdiri dari makhlus halus, Bandung Bondowoso membangun candi permintaan putri pujaannya itu. Tak perlu menunggu lama, saat fajar akan menyingsing, sudah terselesaikan 999 candi. Melihat hal itu, Loro Jonggrang merasa resah dan pada saat satu candi lagi akan diselesaikan anak buah Bandung Bondowoso, sang putri membangunkan para embannya (ibu pengasuh) untuk segera melakukan aktifitas yang dilakukan di pagi hari seperti menumbuk padi. Mungkin mengetahui pagi hari akan menjelang, ayam pun berkokok membangunkan para warga.

Mengetahui adanya kokok ayam, yang berarti hari sudah menjelang pagi, Bandung Bondowoso merasa marah karena gagal memenuhi persyaratan dari Loro Jonggrang. Ia tahu dirinya sudah dibodohi Loro Jonggrang. Dengan penuh amarah, ia mendatangi Loro Jonggrang dan mengatakan meski candi tinggal satu lagi, ia akan tetap mengawini sang putri. Namun Loro Jonggrang menolak. Tidak terima, Bandung Bondowoso dengan kekuatan saktinya menghancurkan bangunan candi. Ia juga mengutuk sang putri hingga menjadi arca batu.

Nah, begitu legendanya. Percaya atau tidak, kalau kita datang ke lokasi Candi Prambanan, memang akan ditemui banyak batu-batu yang menyerupai pecahan-pecahan candi. Dan dulu, sewaktu Ina masih kecil pernah ke Candi Prambanan, memang ada arca batu yang berwujud seorang wanita bertangan 8 yang memegang beraneka ragam senjata seperti cakra, gada, anak panah, ekor banteng, sankha, perisai, busur, panah dan rambut berkepala raksa Asura.

Arca Loro Jonggrang dikenal juga dengan Arca Durga. Nama Loro Jonggrang sendiri berarti Putri Jangkung. Arca ini berdiri diatas banteng Nandi dalam sikap “tribangga” (3 gaya gerak yang membentuk 3 lekukan tubuh). Banteng Nandi sebenarnya penjelmaan daru Asura yang menyamar. Durga berhasil mengalahkannya dan menginjaknya sehingga dari mulut keluarlah Asura yang kemudian ditangkapnya. Durga adalah salah satu dari istri Siwa.

Durga adalah Dewi Kematian, karena arcanya menghadap ke utara yang merupakan mata angin kematian. Ia tercipa dari lidah-lidah api yang keluar dari tubuh para dewa. Kalau dilihat dari jauh, arca ini sangat indah dan nampak seperti orang yang tersenyum. Sayang, karena tangan-tangan jahil hidungnya telah dirusak. Hmm…kapan yah bangsa Indonesia sadar untuk menjaga barang-barang bersejarahnya.

PS : data tentang candi diambil dari Museum Candi Prambanan, yang terdapat di lokasi candi. Di museum ada juga film tentang profil Candi Prambanan. Cukup dengan Rp 2000 perak, kita sudah puas menikmati tayangan selama 15 menit.

Tampang Baru


Masih inget postingan yang Tukang Cukur. Nah si adek centil ini sekarang punya tampang baru :))

Dasar berbakat jadi tukang salon kali yah, waktu diajak ke salon seneng betul dan pas dipotong rambutnya sama Tante Nining, si adek anteng aja, ngak banyak bergerak.

Sama Tante Nining, rambut adek yang kruwil dipotong abis, jadi deh berambut cepak 😀
Kalau dah begini, bataknya kelihatan banget yah…kekekekekkkk…

Kopdar Yogya


Tiga tahun terakhir ini setiap pulang ke Yogyakarta, kampung halamannya Ama, ngak lagi terlalu diisi dengan acara jalan-jalan (maklum udah banyak tempat yang dikunjungi, apalagi Malioboro yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari rumah si Mbah.

Seperti tahun-tahun yang lalu, pulang ke Yogya pasti diusahain ketemuan dengan sesama pecinta blog (blogger). Meski blogger Yogya banyaknya minta ampun..he..he…(maklum di Yogyakarta itu sorganya hotspot gratisan), tapi kami sekeluarga cuma berhasil ketemuan dengan beberapa orang saja.

Selama dua hari berturut-turut, Minggu malam (30/12) dan Senin siang (31/12)kami ngadain kopdaran. Pertama dengan keluarga Tante Unai dan hari Seninnya lebih banyak (5 orang aja sih…he..he..) dengan Tante Isma, Pakdheno, Om Rahendz, Om http://alnasdays.blogdrive.com/, dan temannya. Sayang ngak bisa ketemuan sama Tante Diana dan Bunda Azka karena Kyena dan Azka sakit.

Wah senangnya bisa kopdaran. Setelah itu baru deh kita jalan-jalan ke Prambanan. Oh yah, karena koneksi dirumah lagi error, baru bisa upload foto satu aja. Foto kami bersama dengan Tante Unai dan Alif, di Galaria Mall.

Tante – Om Baru :)

Setiap mbok’e ketemuan dengan teman-teman baru, dimana Mbak Lily ikut urun serta, pasti berakhir dengan pertanyaan : Itu siapa namanya, tinggalnya dimana, kerjanya apa, anaknya berapa, dan sebagainya. Nyaris seperti tukang sensus penduduk.
Photobucket
(Om Rahendz, yang pakai kaos biru, dan Pakdheno — ini foto dari Blog Tante Unai)

Mbak Lily memang seperti itu, detail. Cerita apa-apa pasti dimulai dengan kata-kata : Gini loh Na ceritanya….kan aku…. :)) Pokoknya ceritanya mendetail banget, sampai-sampai ortunya yang ngedengarin terpaksa pura-pura serius (karena kalau tau kita ngak dengarin doi bisa marah bo’).

Nah, waktu kopdaran dengan para blogger Yogya kemarin, pertanyaan seperti diatas kembali diluncurkan Mbak Lily :

“Tante Unai, punya blog juga ? Anaknya cuma satu yah Na ? Ih Na, Tante Unai kameranya bagus, Ina kok ngak punya ?

“Tante Isma temen blog Ina juga ? Anaknya Tante Isma siapa namanya, Na ? Kok anaknya ngak dibawa, kan biar main sama aku dan adek ? Tante Isma sering baca tulisanku juga Na ?
Photobucket
(Tante Isma yang pake kerudung coklat)

“Om yang dua itu siapa aja namanya ? Yang kurus yang rambutnya panjang ? Yang pakai baju hitam ? Kuliahnya di UGM ? Kok ngak di UGM, kan nanti bisa kenalan sama Om Yan ? Teman Ina, temenku juga kan ?

Photobucket
(Tante Unai lagi nyari hotspot gratisan)

Dan jawabannya ? Ngak boleh pendek, harus bentuk essay panjang :))
Selain itu, dimana pun dan kapan pun, Lily pasti siap sedia untuk berfoto ria. Ngak pake malu :))

Kunjungi Indonesia


Pemerintah Indonesia mencanangkan Visit Indonesia Year 2008. Semalam ada soft launchingnya di Metro TV.

Dengan adanya Visit Indonesia Year 2008, pemerintah berharap turis-turis mancanegara makin banyak yang datang ke Indonesia.

Dalam rangka mensukseskan Visit Indonesia Year 2008, Nte Linda ngajakin untuk berjalan-jalan ke tempat wisata di Jakarta, terutama yang jarang dipublikasikan di media-media, trus diposting deh di blog masing-masing. Wuih…salut buat ide kreatifnya Nte Linda.

Nah untuk itu, rencana ke Yogya nanti, sudah terbayang deh kira-kira mau kemana. Ini nih rencananya :

1. Prambanan (Minggu kemarin baca iklan Dagadu di Kompas, katanya Prambanan sudah bagus dan tambah besar, jadi penasaran pengen lihat..he…he…)

2. Taman Pintar

3. Taman Sari

4. Sama Museum yang didepan Pasar Bringharjo (duh lupa namanya).

Yang pasti kita juga mau wisata kuliner, salah satunya mau makan kupat tahu di Jalan SGM :))

Ada yang mau ke Yogya atau tinggal di Yogya, yuk kopdaran 😀

Libur…Libur


Mbak Lily sudah libur dari tanggal 19 Desember, masuk tanggal 8 Januari 2008.
Tapi belum terima raport semester satu, baru nanti tanggal 29 Desember.

Liburan setengahnya sudah dimulai. Ina, Mbak Lily dan de’ Kayla, jalan-jalan ke Taman Mekar Sari, sama Ompung Guru, Tante Ida dan anak-anaknya : Amel dan Ara. Ayah Ali, Mama Wulan dan Kak Ririn, plus kak Nur.

Setelah dari Mekar Sari langsung nginep dirumah Ompung Doli di Daan Mogot sampai hari Minggu kemarin.

Oh yah, Jumat sore sempat telepon Aunty Nana yang menikah dengan Om Dino di Medan, Sumatera Utara. Kayaknya sih sekarang lagi honey moon. Met menempuh hidup barunya Aunty dan Om 🙂

Tiga Lilin


Kau adalah darahku

Kau adalah jantungku

Kau adalah hidupku lengkapi diriku

***

Untuk tiga lilin de’ Kayla, yang selalu penuh tawa dan senyum. Teriring doa agar kau mampu menjadi sosok yang terbaik bagi dirimu sendiri dan keluarga yang menyayangimu.

Penuh cinta dari :

Ama, Ina, Mbak Lily, Mbah Siti, Ompung Doli, Ompung Guru, Om Yan, Tulang Wahyu, Tulang Ari, Tante Ida, Inang Uda, Bapak Uda, Bulik Santhi, Kak Ririn, Babang Ara, adek Amel, Nantulang Vera, Nantulang Rani, dan semua

« Older entries